PRT Indonesia Cakar Wajah Bayi Majikannya di Singapura Untuk Lampiaskan Kekesalan

PRT Indonesia Cakar Wajah Bayi Majikannya di Singapura Untuk Lampiaskan Kekesalan – Seseorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia divonis 12 minggu penjara di Singapura lantaran mencakar muka anak majikannya. Perbuatan ini dilaksanakan si PRT buat melampiaskan kekesalan pada majikannya.

Senin (8/4/2019) , ciri-ciri PRT ini tak dapat disingkap ke publik buat perlindungan ciri-ciri bayi sebagai korban serta saudara kembar si bayi yang alami luka-luka gara-gara perbuatan PRT ini. Kala mengerjakan perbuatan kasar ini, si PRT udah kerja pada majikannya sepanjang 1 tahun.

Sebagai korban merupakan dua bayi laki laki serta wanita yg berumur 14 bulan, sebagai anak kembar majikannya yg berumur 31 tahun.

Perbuatan si PRT yg dilaksanakan pada 10 November 2018 ini terekam camera CCTV yg dipasang dalam rumah majikannya. Dalam rekaman video itu kelihatan kala si PRT dengan cara berniat serta dengan cara kasar menggaruk muka bayi wanita majikannya sejumlah kedua kalinya. Perbuatan ini berlangsung kala nenek bayi itu udah menidurkan cucunya dalam kereta bayi di area keluarga. Sang nenek (63) yg tak memahami perbuatan si PRT mengusahakan menidurkan kembali cucunya yg menangis.

Kala itu, sang nenek menemukannya sisa luka cakaran pun sisa darah di muka cucunya. Sang nenek langsung mengabari putrinya yg tengah kerja. Kala ibunda ke dua bayi itu periksa rekaman CCTV, ia menyaksikan si PRT yg mencakar muka bayinya. Kala ditanyai seterusnya, si PRT menyangkal. ibunda ke dua bayi itu terus melapor ke polisi ditempat.

Dikatakan Wakil Jaksa Penuntut Umum, Ng Jun Chong, dalam persidangan kalau si PRT selanjutnya mengaku dirinya sendiri yg mencakar muka bayi majikannya. Diakui dia hal semacam itu dilaksanakan ‘karena ia mau korban (bayi itu) menangis’ serta mengganggu sang nenek.

Tersingkap dalam persidangan kalau si PRT jengkel dengan sang nenek seusai ia diomeli lantaran tak menyeterika dengan benar. Si PRT pun jengkel dengan majikannya, ibu ke dua bayi, lantaran diomeli kala keluarga si PRT menelepon ke rumah majikannya.

Gara-gara perbuatan si PRT, bayi laki laki itu mesti dibawa ke rumah sakit dengan luka gores di dahi serta kelopak matanya.

Dalam persidangan yg diselenggarakan Senin (8/4) waktu ditempat, si PRT ini mengakui bersalah atas satu gugatan melukai anak-anak dengan berniat. Satu gugatan mirip buat bayi wanita majikannya pun berubah menjadi pertimbangan hakim.

Jaksa menuntut hukuman penjara tiga bulan buat si PRT, dengan alasan ia selayaknya menjaga korban akan tetapi jadi melukai mereka. Si PRT meminta hukuman lebih gampang dengan argumen ia udah menikah serta punyai satu anak. Hakim Singapura terus menjatuhkan hukuman penjara sepanjang 12 minggu pada si PRT.