Dalam Aksi Nya Perampok Menyamar Jadi Polisi

Dalam Aksi Nya Perampok Menyamar Jadi Polisi – Polda Sumut membekuk lima orang pemeran perampokan yg sering berlaga di lokasi jalan tol. Pemeran telah 4x mengerjakan laganya.

Modus pemeran menyamar jadi anggota polisi Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut. Mereka berlaga sembari mengacung pistol pada korban.

Direktur Reserse Kejahatan Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian menyampaikan ke lima terduga, yaitu Deni Pasaribu alias Kumis, Dewi Br Sinaga, Perianto Siregar, Esron Tambunan dan Irwansyah alias Buyung.

“Sebelum tertangkap, ke lima pemeran ini didapati udah 4x mengerjakan kejahatannya,” kata Andi Rian, Senin (25/3).

Ke lima pemeran sering berlaga di Jalan Lintas Sumatera depan Tol Teluk Mengkudu Sergai. Pada 6 Maret 2019 umpamanya, mereka berlaga di Jalan Tol Firdaus Sergai. Pada 17 Maret, mereka berlaga di Jalan Tol Percut Sei Tuan, serta 28 Februari di Jalan Tol Desa Medan Estate Patumbak.

“Jadi modus mereka menyamar jadi polisi terutamanya dari Ditresnarkoba sembari mengacung pistol mancis pada korban. Lalu korban dibuang ke tempat lain dengan mata serta tangan dilakban, lalu terduga bawa kabur mobil korban,” terangnya.

Ke lima pemeran ini sukses diamankan sehabis polisi dapatkan empat laporan dari banyak korban. Sehabis diselidiki, kelimanya bisa ditangkap petugas dari lokasi Gerbang Tol Bandar Selamat, Percut Sei Tuan, pada Minggu (23/3/) waktu 00.30 WIB.

“Korban normalnya adalah yg mengemudikan mobil angkutan, ialah mobil L300 pengangkut barang serta mobil box,” katanya.

Mengenai hasil kejahatan banyak pemeran, lanjut Andi Rian, di jual ke beberapa penadah dengan mencincang serta menerpa baik nomer rangka atau nomer mesin mobil yg mereka rampok.

Andi menyampaikan tidak hanya tangkap perampok, faksinya pun menyelamatkan penadah hasil kejahatan itu. Penadah itu semasing, yaitu Baginda Simanjuntak, Indra Tarigan, Erik Estrada, Ahmad Nasir, Yusrita Br Pasaribu, Basdi Saragih, serta Ricard Marpaung.

“Dari kejahatan ini kita amankan dua unit mobil L300 warna hitam. Tidak hanya itu pun ditangkap sebuah mancis berwujud pistol, pisau lipat, celurit, pisau tactical, pisau bersarung, dua gunting, lakban, tang kartu E Tol punya korban, surat jalan L 300, serta uang Rp 5 juta,” ujarnya.

Andi Rian mengimbuhkan dari info pemeran, uang hasil kejahatan yg mereka melakukan diperlukan untuk berfoya-foya. Bahkan juga, ujar Andi Rian, sebelum mengerjakan laganya, banyak pemeran terlebih dulu konsumsi sabu-sabu untuk menambah nyali mereka dalam berlaga.

“Sekarang kasusnya akan tetap kami bangun. Dan pada lima terduga akan dipakai Masalah 364 KUHPidana dengan ultimatum 15 tahun penjara,” tangkisnya.