Arsenal Masih Seperti Bayi Sindir Oatrice Evra

Arsenal Masih Seperti Bayi Sindir Oatrice Evra – Patrice Evra menyiroti mentalitas Arsenal selesai ditundukkan Sheffield United. Bekas bek Manchester United itu memandang Arsenal tidak beralih: masih seperti bayi.

Arsenal kalah 0-1 kala berkunjung ke Bramall Lane, Selasa (22/10/2019) pagi hari WIB, pada pertandingan minggu ke-9 Liga Inggris. Hanya satu gol yang terwujud di kompetisi ini dibuat oleh Lys Mousset dalam menit ke-30.

Walau menguasai dalam perebutan bola, The Gunners kewalahan melayani permainan agresif tuan-rumah. Dari perebutan bola sebesar 68%, Arsenal sekedar mencatat tiga shooting on tujuan.

Sesaat Sheffield memang cuma mencatatkan dua kesempatan menuju ke gawang, tetapi dapat menuai satu gol.

Evra sebagai analis tamu di Sky Sports memandang Sheffield seutuhnya pantas dengan tiga point, atas kegigihan serta kekuatan yang diperlihatkan. Agen TaruhanSesaat Arsenal dikatakannya tidak pernah beralih semenjak jaman Arsene Wenger, masih saja bermental lemah.

“Sheffield United pantas dengan kemenangan itu, tetapi saya tidak terperanjat bab Arsenal. Saya dahulu menyebut mereka ‘bayi saya’ 10 tahun yang kemarin, serta mereka masih demikian disaat saya memandang mereka serta rasa-rasanya mereka yakni ‘bayi saya’ dan itu kebenarannya, saya tidak sedang berbuat tidak etis disaat menjelaskan itu,” papar bekas bek MU itu.

Mereka kelihatan cantik, tetapi mereka tak tampil seperti team juara. Mereka mainkan sepakbola yang bagus, tetapi saya dahulu begitu suka menantang mereka, lantaran saya kenal saya bakal menang,” tuturnya seperti dikutip Sky Sports.

Walaupun miliki beberapa pemain top seperti David Luiz, Pierre-Emerick Aubameyang, maupun Alexandre Lacazette, Evra memandang tidak terlihat figur pemimpin di scuad Arsenal.

“Saya sekedar tidak memandang tersedianya kepemimpinan.Bursa Judi Bola Saya tidak melihata terlihat sifat maupun kepribadian di team ini. Mereka kelihatan lemah dengan cara mental,” sambungnya.

“Mereka miliki pemain besar dalam diri David Luiz, Pierre-Emerick Aubameyang, serta Alexandre Lacazette, tetapi telah terlihat yang hilang sepanjang sekian tahun. Matteo Guendouzi bermain di posisi tengah team ini, tetapi awalnya ia bermain di divisi dua Liga Prancis serta ia serta tidak bermain dengan cara teratur, serta ia yakni pemain terunggul di team ini (Arsenal),” jelasnya.

Dengan kekalahan ini, Arsenal terbendung di tempat lima classement dengan 15 point dari sembilan pertandingan.