117 Napi Lapas Langkat Kabur, 68 Masih Diburu Petugas

117 Napi Lapas Langkat Kabur, 68 Masih Diburu Petugas – Keributan di Lapas Narkotika Kelas III Hinai, Langkat, Propinsi Sumatera Utara (Sumut) pada akhirnya bisa dikerjakan, Kamis (16/5). Tertulis ada 177 orang narapidana yg kabur waktu berlangsung keributan. Dari jumlahnya itu, bekas yg belum diketemukan atau masih diincar ada 68 narapidana.

“Waktu insiden yg lari 177 orang narapidana. Jadi yg tertangkap atau kembali atau diberikan keluarganya ada 107 orang,” kata Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham, Jahari Sitepu, Jumat (17/5).

Jahari sebutkan beberapa narapidana yg udah tertangkap itu waktu ini diberikan di Rutan Tanjung Pura 60 orang, Lapas Binjai 43 orang, Lapas Kelas 1 Medan 1 orang, Rutan Pangkalan Brandan 3 orang narapidana.

“Hingga keseluruhan yg telah diamankan ada 107 orang serta yg masih dicari 68 orang ,” urainya, juga sekaligus mengklarifikasi perkataan awal kalinya yg menyebutkan ada 53 tahanan yg masih diincar.

Menurut Jahari, penelusuran sertakan team dari deretan Polda Sumut serta team Kemenkumham. Ia pula menghimbau penduduk atau keluarga narapidana supaya menyerahkan beberapa narapidana ke Lapas atau faksi kepolisian.

“Penelusuran sertakan polisi serta team kita. Kita mohon penduduk kalaupun ada umpamanya berjumpa, kita mohon berikan saja. Waktu ini kondisi telah sehat, kita telah jinakkan mereka,” katanya.

Tidak hanya itu, beberapa narapidana pula mengemukakan beberapa gugatan mereka. Satu diantaranya supaya PP 99 perihal Ketentuan serta Tata Langkah Implementasi Hak Masyarakat Binaan Pemasyarakatan. PP 99 ini mengendalikan pengetatan remisi buat terpidana narkotika, terpidana korupsi serta terpidana teroris.

“Gugatan yg diungkapkan narapidana PP 99, mereka mohon kalaupun tak dihapus atau direvisi, gugatan lain biasalah, ada bab makanan, meskipun sebenarnya makanan yg diberi untuk mereka bagus,” katanya.

Ia mengimbuhkan waktu keonaran berlangsung ada 1.635 orang masyarakat binaan yg mendiami Lapas Narkoba Kelas III Langkat ini. Beberapa ribu narapidana itu cuma dijaga oleh 11 orang sipir.

“Sesaat kemampuan lapas itu 915 orang. Petugas yg berjaga cuma 11 orang. Sudah over kemampuan. Masyarakat binaan ini mereka mengamuk selesai petugas tangkap narkoba hingga berlangsung keributan itu,” tukasnya.

Masa keonaran, kondisi lapas udah sehat. Aparat bersenjata dari Kodim 0203 Langkat, Batalyon 100 Raiders serta Bataliyon Infantri 8 Marinir lakukan penyelamatan dalam serta seputaran tempat lapas. Dan deretan Polda Sumut lakukan penjagaan waspada di berjalan-jalan ketujuan masuk tempat lapas

Seperti dikabarkan, keonaran berlangsung di Lapas Narkotika Kelas III, Langkat, Sumut, Kamis (16/5) siang. Narapidana serta tahanan mengamuk serta mengakibatkan kerusakan kendaraan di lapas lantaran emosi menyaksikan relasi mereka disiksa sipir. Beberapa mobil serta sepeda motor dibakar.

Kaca-kaca di Lapas pula berpecahan. Demikian dengan rumah-rumah pegawai lapas yg ada di muka. Beberapa ratus orang narapidana kabur selesai mendobrak pagar lapas. Disamping itu banyak narapidana yg ada sampai ke luar pagar tetapi tidak ingin kabur. Biasanya yg tidak ingin kabur lantaran saat tahanannya selekasnya selesai.